Business System Check
Coba cek deh: yang bikin bisnis lo stuck itu beneran sales, atau software system lo udah mulai nggak kuat?
Lo Abis Nonton Reel Gue? Nih Business System Check Lengkapnya
Kalau lo baru selesai nonton reel gue soal cek kesehatan sistem bisnis, welcome. π
Di reel, gue cuma sempet nunjukin idenya doang. Nggak sempet gue kasih semua 10 check-nya biar lo bisa beneran ngukur sendiri.
Makanya di sini gue kasih lengkap β 10 pertanyaan, cara ngitung skornya, sampai worksheet buat nemuin 3 hal yang paling bikin software lo ribet.
Intinya: sebelum lo nyalahin sales atau nambah orang, cek dulu apakah software system lo yang sebenarnya udah nggak kuat nampung pertumbuhan bisnis lo.
Coba jawab jujur, terus lihat di bagian akhir hasil skor lo ada di zona mana.
Business System Check
Coba cek deh: yang bikin bisnis lo stuck itu beneran sales, atau software system lo udah mulai nggak kuat?
Sebelum mulai...
Gue mau ngajak lo main satu skenario dulu.
Bayangin besok pagi... tiba-tiba 100 client baru masuk. Bukan 1. Bukan 5. Seratus. Dan semuanya bilang:
"Pak, kapan bisa mulai?"
Nah. Pertanyaannya simpel: Bisnis lo bisa handle nggak?
Dan jangan buru-buru jawab: "Ya tinggal tambah orang lah." π
Bisa aja. Tapi kalau setiap client nambah, yang ikut nambah juga: admin, orang, input manual, buka-tutup WhatsApp, Excel, ngecek kerjaan, ngejar orang, dan ujung-ujungnya lo sendiri ikut turun tangan... nah, kita perlu ngobrol sedikit.
Karena bisa jadi masalahnya bukan karena lo kurang sales. Bisa jadi:
software system yang lo pakai sekarang udah nggak kuat nampung bisnis lo.
Dan santai. Gue nggak akan ujung-ujungnya bilang "Berarti lo harus bikin software custom sama gue." π
Malah bisa aja hasil akhirnya: "Bro, sistem lo masih aman. Nggak usah ngapa-ngapain dulu." Ya bagus dong. Jangan keluar duit kalau memang belum perlu.
Jadi Business System Check Ini Buat Apa?
Gampang. Gue cuma mau bantu lo lihat:
"Software yang gue pakai sekarang ini beneran bantu bisnis gue, atau malah bikin orang gue tambah sibuk?"
Karena kadang software kita kelihatan canggih. Dashboard ada. Chart ada. Login ada. Warna-warni. Tapi kerjaan tim tetap: copy β paste β cek β chat β copy lagi. π
Dan sebaliknya... kalau lo masih pakai Excel tapi semuanya masih jalan? Ya udah. Excel bukan dosa. Serius.
Yang penting bukan software lo kelihatan canggih. Yang penting: software itu bikin bisnis lo lebih gampang jalan atau nggak.
CHECK 1 β Data yang sama masih lo masukin berkali-kali?
Coba bayangin ada customer baru. Data masuk dari WhatsApp. Terus orang lo:
- copy dari WhatsApp
- masukin Excel
- masukin CRM
- masukin software lain
- terus kasih tahu finance
Dan besok kalau ada perubahan data? Di-update lagi satu-satu. π
Kalau proses lo kurang lebih kayak begini, jawab jujur: Nggak pernah / Kadang / Sering / Hampir tiap hari
Terus: Data yang sama biasanya harus dimasukin berapa kali? ___ kali
Kalau jawabannya 2 kali? Masih oke. 3 kali? Hmm. 4 kali? Lah ngapain kita hidup seperti ini? π
Satu kali input mungkin cuma beberapa menit. Tapi kalau dilakukan setiap hari oleh beberapa orang... menitnya numpuk. Terus suatu hari owner nanya: "Kok tim gue sibuk terus ya?" Ya... mungkin mereka memang sibuk copy-paste. π
CHECK 2 β Software lo pada ngobrol satu sama lain nggak?
Sekarang coba inget-inget software yang lo pakai. Misalnya:
Marketing β CRM β Sales β Finance β Operasional
Nah, pertanyaannya: Kalau data berubah di satu tempat, tempat lain ikut berubah nggak?
Iya, otomatis / Sebagian / Nggak / Gue juga belum tahu π
Kalau lo pilih "Gue juga nggak tahu." Tenang. Itu bukan jawaban bodoh. Malah menurut gue itu sesuatu yang perlu lo cek.
Karena bisa aja software lo sebenarnya sudah lumayan. Cuma selama ini yang bikin semuanya nyambung adalah orang lo. Alias: "Bentar gue copy dulu dari sistem A." "Terus gue masukin ke sistem B." "Terus gue kabarin finance." π
Kalau software harus ngobrol lewat manusia terus... ya manusianya yang capek.
CHECK 3 β Kalau lo mau tahu kondisi bisnis, harus nanya orang dulu nggak?
Misalnya lo lagi santai. Terus kepikiran: "Eh, client A sekarang udah sampai mana ya?"
Harusnya lo bisa lihat. Tapi kenyataannya: "Bro, client A gimana?" Dibalas: "Bentar gue cek." Terus dia buka laptop. Terus nanya orang lain. Terus orang lain buka Excel. Terus: "Kayaknya udah sampai sini deh." π
Kalau masih kejadian kayak gini: Nggak / Kadang / Sering / Hampir semua informasi harus ditanyain
Karena menurut gue software yang bagus itu bukan cuma tempat naro data. Tapi harus bikin lo lebih gampang tahu apa yang sedang terjadi.
Jadi lo nggak perlu jadi wartawan keliling kantor. "Pak, ada update?" "Bu, yang ini gimana?" "Mas, yang itu udah?" π
CHECK 4 β Tim lo masih sering bilang: "Coba tanya si X"?
Nah, ini juga coba lo perhatiin. Misalnya: "Data customer yang ini ada di siapa?" "File-nya siapa?" "Yang update ini siapa?" "Coba tanya finance." "Coba tanya Budi."
Kalau hampir semua jawaban akhirnya: "Coba tanya si X," ada kemungkinan informasi bisnis lo terlalu nempel ke orang tertentu.
Hampir nggak pernah / Kadang / Sering / Sering banget
Dan ini bukan berarti orangnya salah. Bisa aja memang software-nya yang bikin informasi cuma gampang diakses sama orang tertentu.
Idealnya: orang yang memang butuh informasi bisa lihat informasi yang memang dia butuhin. Jadi pas Budi cuti... bisnis lo nggak ikut cuti. π
CHECK 5 β Client naik 2x, kerjaan manual ikut naik 2x nggak?
Ini salah satu yang paling gue pengen lo pikirin.
Sekarang misalnya 100 client. Untuk handle 100 client, tim lo melakukan sekitar 500 pekerjaan manual. Lalu client naik jadi 200.
Pertanyaannya: kerjaan manualnya jadi sekitar 1.000 juga nggak?
Nggak / Naik sedikit / Naik banyak / Hampir 2x juga
Kalau client naik... dan kerjaan manual ikut naik hampir sebanding... nah, itu yang bikin bisnis susah punya kapasitas tambahan.
Karena lo memang dapat client lebih banyak. Tapi yang ikut datang juga: lebih banyak input, lebih banyak pengecekan, lebih banyak admin, lebih banyak kerjaan, lebih banyak kemungkinan salah.
Jadi: client naik. omzet naik. Tapi... pusing juga ikut naik. π
Padahal harusnya software membantu supaya pertumbuhan nggak selalu berarti: "Tambah orang lagi."
CHECK 6 β Pernah ada salah data gara-gara sistemnya?
Contoh paling gampang. Di Excel: Rp10.000.000. Di software lain: Rp1.000.000. Terus semua orang: "Lho kok beda?" π
Atau: "Gue kira yang ini data terbaru." Atau: "Oh iya, gue lupa update yang satunya."
Hampir nggak pernah / Pernah sekali-dua kali / Lumayan sering / Ini sudah sering banget kejadian π
Kalau sekali-dua kali? Ya namanya juga manusia. Bisa salah. Tapi kalau orang berbeda-beda terus melakukan kesalahan yang sama... gue mulai curiga.
Bukan langsung "Orangnya nggak becus." Tapi malah: "Jangan-jangan sistemnya memang bikin orang gampang salah."
Karena kalau 5 orang berbeda melakukan kesalahan yang sama... mungkin yang perlu dicek bukan cuma 5 orangnya.
CHECK 7 β Ada kerjaan yang tiap hari diulang-ulang padahal harusnya bisa dibantu software?
Coba pikirin kerjaan tim lo. Yang kayak: input customer, kirim notifikasi, update status, bikin laporan, pindahin data, kasih tahu tim lain, follow up, bikin invoice, update progress.
Sekarang tulis 3 yang paling sering: 1. ___ 2. ___ 3. ___
Terus tanya: Kerjaan ini polanya kurang lebih sama terus nggak? Iya / Nggak / Sebagian
Kalau iya... mungkin ada bagian yang bisa dibantu software. Bukan berarti semuanya harus otomatis. Jangan sampai "AI bisa otomatisin semuanya!" terus kita otomatisin orang yang kerjaannya cuma klik satu tombol. π
Yang gue cari adalah kerjaan yang: berulang + makan waktu + polanya jelas. Nah, itu yang menarik buat dilihat.
CHECK 8 β Kalau satu orang nggak masuk, kerjaan masih bisa jalan nggak?
Bayangin orang yang biasa pegang satu bagian tiba-tiba: sakit, cuti, resign, atau lagi ngopi kelamaan. π
Pertanyaannya: Orang lain masih bisa lanjut kerja nggak? Iya / Sebagian / Susah / Nggak bisa sama sekali
Kalau jawabannya "Nggak bisa," coba pikir lagi. Apakah karena orang itu memang punya skill yang cuma dia punya? Atau karena data dan informasi yang dibutuhkan memang cuma ada di tempat dia?
Kalau yang kedua... nah, ini mulai jadi masalah software system. Karena bisnis seharusnya nggak boleh terlalu bergantung sama "Siapa yang pegang file itu?"
CHECK 9 β Lo sebagai owner masih jadi tukang ngecek semuanya?
Ini sering banget nggak kerasa. Misalnya tiap hari lo harus cek: client sudah di-follow up belum, invoice sudah dikirim belum, pekerjaan sudah selesai belum, data sudah masuk belum, ada masalah nggak, tim sudah update belum. Satu-satu. Hari demi hari.
Hampir nggak pernah / Kadang / Sering / Gue kayak quality control berjalan π
Karena kalau bisnis makin besar... yang harus lo cek juga biasanya makin banyak. Terus akhirnya waktu lo yang harusnya buat mikirin "Gimana caranya bisnis ini tumbuh?" malah kepakai buat "Ini udah di-update belum?" π
CHECK 10 β Oke, sekarang pertanyaan paling jujur
Bayangin besok... client lo naik 5x. Software system lo:
Santai, masih kuat / Bisa, tapi mulai berat / Kayaknya harus tambah banyak orang / Kayaknya bakal chaos / Gue nggak berani ngebayangin π
Dan please... jangan jawab versi ideal. Jawab versi yang beneran terjadi.
Karena kalau jawaban lo: "Kayaknya bakal chaos," nah. kita mulai nemu sesuatu.
Sekarang Kita Hitung
Biar nggak ribet. Untuk pertanyaan yang punya pilihan seperti di atas, pakai skor ini:
| Jawaban | Skor |
|---|---|
| Nggak / Hampir nggak pernah | 0 |
| Kadang | 1 |
| Sering | 2 |
| Hampir selalu / parah banget | 3 |
Kalau ada pertanyaan yang memang nggak nyambung sama bisnis lo? Skip aja. Nggak usah maksa. Ini bukan ujian masuk kampus. π
π’ Hasil Lo: Sistem Masih Cukup
Kalau skor lo masih rendah β good news. Serius. Berarti software yang sekarang kemungkinan masih cukup buat kondisi bisnis lo.
Dan kalau memang masih cukup? Ya udah. Pakai aja. Jangan tiba-tiba ganti software cuma gara-gara lihat software baru yang dashboard-nya bagus. π
Kalau data gampang dicari, tim masih bisa kerja, error masih jarang, owner masih gampang monitor, client naik tapi kerjaan nggak ikut berantakan β ngapain diutak-atik?
Fokus ke bisnis. Nggak perlu bikin proyek software baru cuma karena "Kayaknya kita harus digitalisasi." Ya, lo sudah digital. π
π‘ Hasil Lo: Sistem Mulai Bikin Ribet
Kalau skor lo mulai tinggi... nah. Ini belum berarti "Buang semua software sekarang!" Santai. π
Yang gue mau justru: cari bagian yang paling bikin ribet. Misalnya "data harus diinput 3 kali." Jangan langsung "Kita bikin aplikasi baru." Tanya dulu: "Kenapa harus 3 kali?"
Mungkin: ada fitur yang belum lo pakai, cukup pakai integrasi, ada software yang perlu diganti, atau memang prosesnya perlu diberesin.
Cari dulu masalahnya di mana. Baru cari solusinya. Jangan kebalik.
π΄ Hasil Lo: Sistem Kemungkinan Sudah Ngerem Bisnis
Kalau skor lo tinggi banget dan beberapa hal ini terjadi barengan: data masih sering diinput manual, software nggak saling nyambung, owner masih harus ngecek, error sering, data tersebar, client naik β kerjaan manual ikut naik, tim susah kerja kalau orang tertentu nggak ada β ini sudah beda cerita.
Bisa jadi sebenarnya bisnis lo masih punya ruang buat handle lebih banyak client. Cuma software system yang sekarang: nggak kuat ngikutin.
Dan ini yang sering nggak kelihatan. Owner mikir: "Gue kurang sales." Sales dinaikin. Client masuk. Terus: "Waduh, malah tambah berantakan." π
Jadi kadang masalahnya bukan: "Gimana caranya gue dapet lebih banyak client?" Tapi: "Kalau client gue lebih banyak, sistem gue sanggup nggak?"
Tapi Jangan Langsung Bikin Software Custom
Nah ini penting. Kalau hasil lo merah, bukan berarti besok lo harus bikin aplikasi sendiri. Belum tentu. Bisa aja:
1. Software yang sekarang sebenarnya sudah cukup β cuma ada fitur yang belum lo pakai.
2. Lo cuma butuh bikin software yang sekarang saling nyambung β misalnya CRM β Finance, atau Website β CRM, atau Sales β Operasional. Jadi bukan bikin software baru. Cuma bikin mereka ngobrol.
3. Software yang sekarang memang sudah nggak cocok β kalau memang sudah mentok, ya mungkin waktunya cari yang lain.
4. Baru pertimbangkan custom system β kalau kebutuhan bisnis lo memang spesifik banget dan software yang sudah ada nggak bisa ngikutin, nah, baru custom system mulai masuk akal.
Jadi jangan sampai urutannya: masalah β bikin aplikasi. π
Lebih enak: masalah β cari penyebab β cari solusi paling simpel β baru lihat perlu bikin atau nggak.
Jadi Sebenarnya Kita Lagi Nyari Apa?
Bukan: "Software paling bagus apa?" Karena jujur aja... nggak ada software yang paling bagus buat semua bisnis.
Yang gue pengen lo temuin adalah:
"Bagian mana dari software gue yang sekarang mulai bikin bisnis gue susah jalan?"
Karena software yang bagus harusnya bantu lo:
1. Lebih sedikit error β bukan bikin orang input data yang sama 4 kali. π
2. Kerjaan lebih gampang kelihatan β bukan bikin orang buka 7 tempat cuma buat cari satu informasi.
3. Bisa handle lebih banyak client β bukan setiap client baru otomatis berarti "Tambah admin lagi."
Dan itu juga kenapa gue ngomongin sistem dari sisi bisnis. Karena buat gue: software itu bukan tujuan. Software itu alat.
Yang kita cari sebenarnya: bisnis lo bisa handle lebih banyak tanpa semua orang harus kerja makin capek.
Bonus: Coba Tanya Tim Lo
Nah, ini jangan cuma lo yang jawab. Kalau lo punya tim, ambil 1β3 orang yang memang sehari-hari pakai software tersebut. Terus tanya mereka.
Bukan buat dimarahin. Bukan buat audit. Cuma ngobrol. Tanya:
- "Kerjaan apa yang paling sering bikin lo copy-paste data?"
- "Data apa yang paling susah lo cari?"
- "Aplikasi mana yang paling sering bikin lo bolak-balik?"
- "Kerjaan apa yang menurut lo sebenarnya nggak perlu dikerjain manual?"
- "Kalau client kita tiba-tiba naik 2x, bagian mana yang menurut lo bakal paling duluan berantakan?"
Dan please... jangan langsung debat sama jawaban mereka. Dengerin dulu.
Karena bisa aja menurut lo "Sistem kita sudah oke kok." Terus orang yang pakai sistemnya tiap hari: "Hehe... nggak juga, Pak." π
Dan mungkin... dia yang benar.
Worksheet: Temuin 3 Hal yang Paling Bikin Software Lo Ribet
Buat masing-masing dari 3 masalah, coba jawab lima pertanyaan ini: apa yang sekarang paling bikin ribet, software apa yang terlibat, kejadiannya berapa kali, masih banyak dikerjain manual, dan kalau ini diberesin apa yang paling terasa berubah.
Masalah #1
Apa yang paling bikin ribet? Software apa yang terlibat? Berapa kali kejadian? Masih manual? Apa yang berubah kalau diberesin?
Masalah #2
Apa yang paling bikin ribet? Software apa yang terlibat? Berapa kali kejadian? Masih manual? Apa yang berubah kalau diberesin?
Masalah #3
Apa yang paling bikin ribet? Software apa yang terlibat? Berapa kali kejadian? Masih manual? Apa yang berubah kalau diberesin?
Cheat Sheet
Kalau lo males baca ulang semuanya, nggak apa-apa. Screenshot bagian ini aja. π
Coba jawab 5 pertanyaan:
- Data gue masih harus diinput berkali-kali?
- Software gue masih harus disambung secara manual?
- Gue masih harus nanya orang buat tahu kondisi bisnis?
- Client makin banyak tapi kerjaan manual ikut makin banyak?
- Kalau client naik 5x, sistem gue masih kuat?
Kalau sebagian besar jawaban lo: "Iya," berarti ada sesuatu yang layak lo lihat lebih serius. Bukan otomatis berarti harus bikin software baru.
Tapi setidaknya sekarang lo tahu: "Oh, bagian ini ternyata yang bikin ribet." Dan itu sudah jauh lebih berguna daripada cuma bilang "Bisnis gue kok makin chaos ya?" π
Penutup
Kalau lo sampai sini... makasih banget udah baca.
Dan gue mau lurusin satu hal. Waktu gue bilang "Sistem lo berantakan," gue bukan bilang "Lo nggak becus ngurus bisnis." Bukan.
Malah seringnya justru kebalik. Bisnis lo sudah tumbuh. Client bertambah. Team bertambah. Kerjaan bertambah.
Yang jadi masalah... software system yang dulu masih cukup buat bisnis lo yang kecil, sekarang dipaksa nampung bisnis yang sudah jauh lebih besar.
Makanya mulai terasa: "Kok makin gede malah makin ribet ya?"
Nah. Mungkin bukan bisnis lo yang terlalu ribet. Mungkin software system-nya yang sudah nggak kuat nampung pertumbuhan lo.
Dan kalau setelah ngerjain ini ternyata: "Oh, sistem gue masih aman." Bagus. Serius. Nggak perlu utak-atik sesuatu yang belum perlu diutak-atik.
Tapi kalau lo nemu: "Oh waduh... ternyata ini yang bikin tim gue buang waktu." Nah. itu valuable banget.
Karena sekarang lo nggak cuma merasa "Bisnis gue kok makin ribet?" Lo sudah mulai tahu: "Bagian mana yang bikin ribet."
Dan menurut gue... itu titik awal yang jauh lebih enak buat mulai beresin sistem.
Kalau lo suka pembahasan kayak gini...
Follow @denganloren di Instagram. Gue bakal terus bahas software, AI, website, dan sistem bisnis.
Tapi gue nggak mau cuma ngomong "Ini pakai Laravel." π Karena jujur... gue nggak terlalu peduli software lo dibikin pakai apa.
Yang gue peduli: software itu bikin bisnis lo lebih gampang jalan, atau malah bikin semua orang tambah capek?
Makasih udah baca sampai sini. Dan semoga setelah baca ini, minimal lo jadi punya satu pertanyaan baru: "Kalau client gue naik 5x besok, sistem gue kuat nggak?"
Kalau ternyata jawabannya "Waduh..." π Nah. Mungkin sudah waktunya kita lihat lebih dalam.
Author

Lorencius Alvin Purnama
Co-Founder & Managing Director
Before Exclolab, Loren spent a decade embedded in service businesses across Southeast Asia β not as an outside consultant, but as the person who sits with the team, watches how work actually flows, and figures out where the system is breaking down. He developed the Discovery methodology at Exclolab from that experience: the idea that you cannot design a good system until you understand the one it's replacing. At Exclolab, he owns the Discovery phase and the client relationship from first conversation through final deployment.