Bikin Website Pakai AI Cuma Ngomong Bahasa Jawa
Lo nggak bisa coding? Nggak masalah. Bahasa Inggris juga nggak jago? Santai.
Lo Abis Nonton Reel Gue? Nih Tutorial Lengkapnya
Kalau lo baru selesai nonton reel gue soal bikin website pakai AI cuma modal Bahasa Jawa, welcome. π
Di reel, gue cuma sempet nunjukin sepotong obrolannya. Nggak cukup buat gue jelasin step-by-step lengkapnya dari nol.
Makanya di sini gue tulis semuanya, mulai dari cara ngenalin bisnis lo ke AI sampai cara ngasih feedback pas hasilnya belum pas β semua pakai bahasa yang paling lo nyaman, termasuk Bahasa Jawa kalau lo mau.
Intinya cuma satu: lo nggak harus bisa coding, dan lo nggak harus bisa Bahasa Inggris buat mulai bikin website pakai AI.
Kalau lo penasaran gimana caranya dari nol sampai jadi, baca sampai habis. Ada checklist juga di bagian bawah sebelum lo publish.
Bikin Website Pakai AI Cuma Ngomong Bahasa Jawa
Lo nggak bisa coding? Nggak masalah. Bahasa Inggris juga nggak jago? Santai.
Sebelum mulai...
Gue mau nunjukin sesuatu yang menurut gue cukup menarik.
Sekarang kalau orang ngomong: "Bikin website pakai AI." Biasanya yang kebayang: "Wah, berarti gue harus ngerti coding." Atau: "Gue harus ngerti cara bikin prompt." Atau bahkan: "Prompt-nya harus Bahasa Inggris ya?"
Nggak.
Di tutorial ini gue bahkan bakal ngajak AI ngobrol pakai Bahasa Jawa. π
Kenapa? Karena gue pengen nunjukin satu hal:
Lo nggak harus bisa Bahasa Inggris buat mulai bikin website pakai AI.
Lo bisa pakai bahasa yang paling nyaman buat lo. Bahasa Indonesia bisa. Bahasa Jawa bisa. Bahasa daerah lain juga bisa selama AI-nya bisa memahami bahasa tersebut.
Yang penting bukan: "Gue harus ngomong pakai bahasa apa?" Tapi: "Gue bisa menjelaskan bisnis gue dengan jelas atau nggak?"
Dan kalau lo belum bisa menjelaskannya? Kita minta AI bantu lo mikir.
Jadi di sini gue nggak bakal kasih lo satu prompt sepanjang skripsi terus bilang "Copy ini ke AI, selesai." π
Gue justru mau ngajarin lo cara ngobrol sama AI sedikit demi sedikit. Karena kalau lo benar-benar 0 IT, menurut gue itu jauh lebih gampang.
PART 1 β Kita Mulai dari Bisnis Lo, Bukan dari Website
Ini penting. Jangan buka AI terus langsung bilang: "Bikinin website gue."
Bisa? Bisa. Tapi AI belum tahu lo siapa. Dia nggak tahu lo jualan apa. Dia nggak tahu customer lo siapa. Dia juga nggak tahu website itu sebenarnya mau dipakai buat apa.
Jadi kita mulai dari yang paling gampang.
STEP 1 β Ceritain Bisnis Lo
Bayangin lo lagi ketemu orang baru. Dia nanya: "Lo bisnis apa?" Lo pasti bisa jawab. Misalnya: "Gue punya usaha renovasi rumah."
Nah, itu yang kita kasih ke AI. Contohnya kita pakai Bahasa Jawa:
Aku duwe usaha renovasi omah.
Jeneng usahaku Maju Jaya.
Aku nggarap renovasi omah lan bangun omah.
Pelanggan utamaku wong sing pengen ndandani utawa mbangun omah.
Udah. Jangan ditambahin 20 paragraf. Kita cuma mau AI ngerti: "Oh, bisnis iki opo toh?" π
AI mungkin bakal nanya balik
Nah, ini mulai menarik. AI mungkin bakal nanya: "Usaha ini sudah berjalan berapa lama?" "Lokasinya di mana?" "Layanan apa saja yang ditawarkan?" "Siapa pelanggan utamanya?" "Apa yang membuat bisnis ini berbeda?"
Dan di sini lo mungkin mulai mikir: "Waduh, gue harus jawab apa?"
Jawab yang lo tahu. Misalnya:
Usahaku wis mlaku kira-kira 8 taun.
Lokasine nang Semarang.
Layananku renovasi omah, bangun omah, lan renovasi toko.
Kalau AI nanya "Apa keunggulan utama bisnis Anda?" terus lo: "Lah, gue juga nggak tahu." π
Ya bilang nggak tahu.
Aku ora ngerti.
Tulung bantu aku nemtokke saka informasi sing wis tak kasih.
Serius. Nggak ada nilai minus. AI nggak bakal bilang "Jawaban Anda salah. Silakan keluar." π
STEP 2 β Kalau Lo Nggak Ngerti Pertanyaan AI
Ini gue sengaja masukin dari awal karena nanti pasti kepakai. Misalnya AI nanya sesuatu dan lo: "Gue nggak ngerti ini maksudnya apa." Jangan diem. Bilang:
Aku ora ngerti maksude.
Tulung jelaskna nganggo bahasa sing gampang.
Kalau masih nggak ngerti:
Aku isih ora ngerti.
Tulung kasih contoh sing gampang
supaya aku isa ngerti.
Kalau lo pengen AI bantu menentukan:
Aku durung ngerti kudu milih sing endi.
Tulung kasih aku sawetara pilihan
lan jelaskna bedane siji-siji.
Mulai sekarang pola pikir lo bukan "Gue harus tahu semua." Tapi "Kalau gue nggak tahu, gue tinggal tanya." Itu jauh lebih enak.
PART 2 β Sekarang Kasih Tahu Website Ini Buat Apa
AI sekarang sudah tahu bisnis lo. Tapi dia belum tahu: "Website ini sebenarnya mau dipakai buat apa?"
Ini penting. Karena website bisa punya tujuan yang beda-beda. Misalnya: pengen orang WhatsApp, atau pengen orang beli langsung, atau pengen orang lihat portfolio, atau pengen bisnis kelihatan lebih profesional.
Jadi sekarang kita kasih tahu. Misalnya tujuan lo: orang datang ke website β ngerti bisnis lo β WhatsApp. Prompt-nya:
Aku pengen nggawe website kanggo usahaku.
Tujuane supaya calon pelanggan isa ngerti
aku nggarap apa lan isa luwih percaya karo usahaku.
Aku pengen wong sing tertarik isa langsung WhatsApp aku.
Udah. Belum bikin website. Kita masih ngobrol.
AI mungkin bakal nanya lagi
Misalnya: "Apakah pelanggan akan melakukan pembelian langsung dari website?"
Kalau nggak:
Ora.
Aku pengen pelanggan WhatsApp dhisik.
Kalau iya:
Iya.
Aku pengen pelanggan isa pesen langsung liwat website.
Kalau lo belum tahu:
Aku durung ngerti.
Tulung jelaskna bedane loro pilihan kuwi.
Nah. Ini yang gue maksud ngobrol sama AI. Lo nggak perlu punya jawaban dari awal.
PART 3 β Minta AI Bantu Mikirin Isi Website
Sekarang kita baru masuk ke website. Tapi jangan bilang "Bikin 10 halaman." π
Belum. Kita tanya dulu:
Saiki aku pengen ngerti,
bagian apa wae sing kira-kira perlu ana nang website iki.
Tulung sebutna siji-siji
lan jelaskna nganggo bahasa sing gampang.
AI mungkin kasih: bagian pembuka, tentang usaha, layanan, hasil pekerjaan, testimoni, FAQ, kontak.
Nah. Baca satu-satu. Kalau lo ngerti, lanjut. Kalau nggak ngerti:
Bagian iki gunane kanggo opo?
Atau: "FAQ kuwi maksude opo?" Atau: "Tulung kasih contoh sing gampang."
Ini kenapa gue nggak suka prompt panjang
Bayangin lo baru pertama kali bikin website. Terus gue kasih: "Bikin responsive landing page dengan hero section, social proof, conversion-focused CTA, visual hierarchy, SEO structure, sticky navigation, optimized layout..."
Lo baca: "Bro... gue cuma mau bikin website toko gue." π
Makanya kita pecah. Satu hal. Selesai. Lanjut. Satu hal lagi. Selesai. Lanjut.
PART 4 β Sekarang Kita Bikin Bagian Pertama
STEP 3 β Bagian paling atas
Bagian paling atas adalah bagian yang pertama kali dilihat orang. Gue pengen orang langsung tahu: "Ini bisnis apa?" Jangan bikin orang harus scroll sampai bawah baru ngerti lo jualan apa. π
Prompt:
Saiki ayo mulai nggawe bagian paling atas website.
Aku pengen wong sing pertama mbukak website iki
langsung ngerti aku duwe usaha apa.
Aku uga pengen wong langsung ngerti
apa sing kudu ditindakake yen tertarik.
Tulung bantu aku nggawe bagian iki.
AI akan bikin versi pertama. Sekarang tugas lo: baca.
STEP 4 β Kalau Bahasanya Terlalu Resmi
Misalnya AI bikin: "Kami menghadirkan solusi konstruksi berkualitas tinggi dengan standar profesional."
Lo baca: "Lah, ngomong opo iki?" π
Santai. Bilang:
Aku kurang seneng karo bahasane.
Rasane terlalu resmi.
Tulung digawe luwih santai
lan gampang dimengerti wong biasa.
Masih terlalu formal?
Isih terlalu resmi.
Tulung digawe kayak wong biasa ngomong,
ora kayak tulisan perusahaan gedhe.
Masih ribet?
Tulung digawe luwih sederhana maneh.
Aja nganggo tembung sing angel.
Lo nggak perlu tahu istilah copywriting. Lo cuma perlu tahu: "Ini nggak enak dibaca." Itu sudah cukup buat kasih feedback.
STEP 5 β Kalau Lo Nggak Tahu Harus Nulis Apa
AI mungkin nanya: "Apa keunggulan bisnis Anda?" Dan lo: "Nggak tahu."
Ya udah. Suruh AI interview lo.
Aku ora ngerti keunggulanku apa.
Tulung takon aku siji-siji
supaya aku isa nemtokke.
AI bisa mulai tanya: "Apa yang biasanya dipuji pelanggan?" Lo jawab: "Biasane pelanggan seneng amarga pengerjaane rapi." AI tanya lagi: "Apakah ada garansi?" Lo jawab: "Ada." Lanjut.
Satu pertanyaan. Satu jawaban. Menurut gue ini jauh lebih nyaman buat orang awam. Karena kalau AI langsung nanya 10 hal sekaligus: "Target market siapa, positioning apa, USP apa, brand personality apa..." π Gue juga males.
PART 5 β Sekarang Kita Isi Layanan
STEP 6 β Masukin layanan satu-satu
Misalnya lo punya: renovasi rumah, bangun rumah, renovasi toko. Kita kasih:
Saiki aku pengen nggawe bagian layanan.
Layananku:
1. Renovasi omah
2. Bangun omah
3. Renovasi toko
Tulung bantu aku nggawe bagian iki
supaya wong gampang ngerti bedane saben layanan.
AI akan bantu. Kalau penjelasannya kepanjangan:
TulisanΓ© kakehan.
Tulung digawe luwih ringkes
tapi maksude tetep jelas.
Kalau terlalu formal:
Tulung digawe luwih santai
lan gampang diwaca.
Kalau terlalu marketing:
Aja kakehan bahasa promosi.
Aku pengen rasane luwih jujur
lan kaya wong biasa ngomong.
Nah. Ini cara lo mengarahkan AI.
STEP 7 β Kalau AI Nanya Harga
Misalnya AI nanya: "Berapa harga layanan Anda?"
Kalau lo tahu:
Renovasi omah mulai saka 50 juta.
Kalau harga tergantung proyek:
Regane beda-beda gumantung ukuran
lan jenis pekerjaan.
Aku pengen pelanggan WhatsApp dhisik
kanggo konsultasi.
Kalau nggak mau tampilkan:
Aku ora pengen nampilke rega nang website.
Tulung arahke pelanggan kanggo WhatsApp.
Kalau belum tahu:
Aku durung ngerti.
Aja ditampilke dhisik.
Yang penting jangan biarkan AI mengarang harga. Kalau AI tiba-tiba bikin "Mulai Rp10 juta!" padahal lo nggak pernah bilang begitu... jangan. π
PART 6 β Masukin Foto Asli Lo
STEP 8 β Upload foto
Kalau lo punya foto produk, toko, kantor, team, hasil kerja, before-after, proses kerja β pakai foto asli. Prompt:
Iki foto asli saka usahaku.
Tulung gunakna foto iki nang website.
Aku pengen wong isa ndelok
hasil kerja asliku.
Kalau fotonya banyak:
Aku duwe sawetara foto hasil kerja.
Tulung bantu aku pilih
foto endi sing paling cocok kanggo website.
Jelaskna alesane.
Lo nggak perlu ngerti "Ini harus masuk gallery" atau "Ini harus masuk portfolio." Tanya AI.
PART 7 β Ceritain Sedikit Tentang Bisnis Lo
STEP 9 β Bagian tentang bisnis
Nggak perlu bikin sejarah perusahaan kayak Wikipedia. π Ceritain aja. Misalnya:
Aku miwiti usaha iki taun 2018.
Awale aku mung nggarap renovasi omah cilik-cilik.
Saiki aku wis nggarap omah, toko,
lan sawetara proyek liyane.
Udah. Kalau bingung:
Aku ora ngerti kudu crita opo.
Tulung takon aku siji-siji
supaya aku isa nyritakake usahaku.
AI interview lo. Lo tinggal jawab.
AI mungkin bakal nanya
"Kenapa Anda memulai bisnis ini?" Kalau tahu, jawab. Kalau nggak:
Aku ora ngerti.
π Atau:
Aku durung ngerti carane njelaske.
Tulung kasih aku sawetara pilihan
supaya aku isa milih sing paling cocok.
Ini penting. Lo nggak harus punya jawaban bagus. Yang penting lo kasih AI informasi yang benar.
PART 8 β Testimoni Kalau Ada
STEP 10 β Masukin testimoni asli
Kalau lo punya:
Aku duwe sawetara komentar saka pelanggan.
Iki komentare:
1. "[TESTIMONI 1]"
2. "[TESTIMONI 2]"
3. "[TESTIMONI 3]"
Tulung bantu aku nggawe bagian testimoni
sing sederhana lan ora berlebihan.
Kalau belum punya:
Aku durung duwe testimoni pelanggan.
Tulung aja nggawe testimoni palsu.
Bagean iki aja digawe dhisik.
Ini penting banget. Jangan sampai AI bikin "Pelayanan luar biasa, saya sangat puas!" padahal customer lo nggak pernah ngomong begitu. π
PART 9 β Bikin Customer Tahu Harus Ngapain
STEP 11 β Tombol WhatsApp
Kalau tujuan website lo adalah WhatsApp:
Aku pengen tujuan utama website iki
ngarahke wong kanggo WhatsApp aku.
Tulung gawekna tombol sing jelas
lan gampang ditemokake.
Kalau AI bikin 7 tombol β Konsultasi, Hubungi Kami, Pelajari Lebih Lanjut, Discover, Explore, Get Started, Contact Us β lo bisa bilang:
Aku pengen tombolΓ© luwih sederhana.
Cukup fokus siji tujuan:
wong WhatsApp aku.
Kalau tujuan lo WhatsApp, ya WhatsApp. Nggak perlu bikin customer mikir "Gue harus pencet yang mana?"
PART 10 β Bikin FAQ
STEP 12 β Tanya AI apa yang biasanya ditanyakan customer
Prompt:
Saiki tulung bantu aku nemtokke
pitakon sing paling sering mungkin ditakokake calon pelanggan.
Takon aku siji-siji
yen ana informasi sing durung cukup.
AI mungkin tanya: "Apakah melayani luar kota?" Lo jawab. "Berapa lama pengerjaannya?" Lo jawab. "Apakah bisa survey?" Lo jawab.
Nggak tahu?
Aku ora ngerti.
Belum mutusin?
Aku durung mutuske babagan iki.
Tulung tandhani dhisik
supaya aku isa mikir mengko.
Nggak semua harus selesai dalam satu sesi.
PART 11 β Sekarang Baru Kita Bikin Website-nya
Nah. Sampai sini kita sudah punya: bisnis, pelanggan, tujuan website, struktur, pembuka, layanan, cerita bisnis, foto, testimoni, FAQ, tombol WhatsApp.
Baru sekarang kita eksekusi.
STEP 13 β Minta AI bikin website
Saiki kabeh informasi lan struktur website wis kita bahas.
Tulung gunakna informasi sing wis tak kasih
kanggo nggawe websitenya.
Aja nambah informasi bisnis
sing durung tau tak kasih.
Yen ana informasi sing kurang,
takon aku dhisik.
Nah. Sekarang baru AI kerja. Dan ini biasanya bagian yang bikin: "WOAH." π Karena dari tadi lo cuma ngobrol. Sekarang: website-nya muncul.
PART 12 β Website Pertama Lo Nggak Harus Langsung Bagus
Ini penting. Jangan lihat versi pertama terus: "Ah, AI nggak bisa." Belum. Kita belum selesai.
Sekarang tugas lo bukan coding. Tugas lo adalah: ngasih komentar.
STEP 14 β Kalau desainnya nggak lo suka
Misalnya "Warnanya kurang cocok.":
Aku kurang seneng karo warnane.
Rasane terlalu rame.
Tulung digawe luwih sederhana
lan luwih tenang.
Font nggak cocok:
Aku kurang seneng karo font iki.
Tulung pilih font sing luwih gampang diwaca
lan rasane luwih modern.
Tulisan terlalu banyak:
Tulisan nang bagian iki kakehan.
Tulung diringkes
supaya wong isa maca luwih cepet.
Bagian nggak penting:
Bagian iki menurutku ora penting.
Tulung hapus wae.
Mau bagian tertentu lebih menonjol:
Aku pengen bagian layanan luwih katon.
Tulung gawekna luwih menonjol
daripada bagian liyane.
STEP 15 β Kalau Lo Nggak Tahu Apa yang Salah
Nah. Ini juga normal. Kadang lo lihat "Hmm... kok nggak enak ya?" Tapi lo nggak tahu kenapa. π Pakai ini:
Aku kurang seneng karo hasil iki,
tapi aku ora ngerti masalahΓ© nang endi.
Tulung kasih aku sawetara pilihan
lan jelaskna bedane siji-siji.
Ini menurut gue salah satu prompt paling berguna buat orang awam. Karena lo nggak perlu tahu istilah desain. Lo cukup tahu: "Gue nggak suka." AI bantu cari tahu kenapa.
PART 13 β AI Bisa Salah, Jadi Lo Tetap Harus Cek
AI bisa bikin website. Tapi jangan berarti semua yang dia tulis otomatis benar. Ada informasi yang harus lo cek sendiri.
STEP 16 β Cek informasi bisnis
Cek: nama bisnis, nomor WhatsApp, alamat, jam buka, harga, layanan, foto, link sosial media.
Misalnya nomor WhatsApp lo salah satu digit β customer bisa malah chat Pak RT. π Jadi: cek sendiri.
STEP 17 β Buka dari HP
Jangan cuma lihat dari laptop. Buka dari HP. Pura-pura jadi customer. Tanya: "Gue ngerti nggak ini bisnis apa?" "Gue tahu harus pencet apa nggak?" "Gue bisa nemu WhatsApp nggak?" "Tulisannya kebaca nggak?" "Foto masih bagus nggak?"
Kalau ada masalah:
Aku wis nyoba website iki nganggo HP.
Bagian [NAMA BAGIAN] menurutku terlalu panjang.
Tulung digawe luwih gampang diwaca
nang layar HP.
STEP 18 β Suruh AI Review Website Lo
AI nggak cuma bisa bikin. Lo juga bisa suruh dia ngecek.
Saiki coba delok website iki
saka sudut pandang calon pelanggan
sing durung kenal usahaku.
Tulung goleki:
1. Bagian sing isih mbingungke
2. Informasi sing isih kurang
3. Bagian sing terlalu panjang
4. Bagian sing menurutmu perlu dibenerke
Jelaskna siji-siji nganggo bahasa sing gampang.
Nah. Sekarang AI jadi yang bikin website sekaligus yang bantu lo ngecek website.
PART 14 β Kalau AI Tanya Sesuatu yang Lo Nggak Tahu
Gue ulang lagi karena ini penting. Kalau AI nanya sesuatu yang lo nggak tahu:
Nggak tahu
Aku ora ngerti.
Nggak ngerti maksudnya
Aku ora ngerti maksude.
Tulung jelaskna nganggo bahasa sing gampang.
Mau dibantu menentukan
Aku ora ngerti.
Tulung bantu aku nemtokke saka informasi sing wis tak kasih.
Mau dikasih pilihan
Aku durung ngerti.
Tulung kasih aku sawetara pilihan
lan jelaskna bedane siji-siji.
AI terlalu banyak nanya
Aja takoni akeh-akeh sekaligus.
Takon aku siji-siji wae
supaya aku luwih gampang jawab.
Belum mau menentukan
Aku durung mutuske babagan iki.
Tulung tandhani dhisik
supaya aku isa mutuske mengko.
Simpan ini. Karena ini sebenarnya skill yang paling penting: lo nggak harus tahu semuanya untuk bisa ngobrol sama AI.
PART 15 β Kalau Lo Bingung Harus Ngomong Apa
Ini prompt yang gue pengen lo simpan. Kalau lo buka AI terus bengong: "Terus sekarang gue harus ngapain?" π Pakai ini:
Aku pengen nggawe website,
tapi aku ora ngerti IT lan ora ngerti kudu mulai saka endi.
Aku bakal ceritakna usahaku pelan-pelan.
Tulung tuntun aku nggawe website iki siji-siji.
Aja langsung nggawe semuanya.
Takon aku siji-siji,
lan saben aku jawab, bantu aku menentukan langkah sabanjure.
Gunakna bahasa sing gampang
lan aja nganggo istilah teknis tanpa dijelaskna.
Nah. Mulai dari situ.
PART 16 β Kalau Percakapannya Sudah Panjang dan Lo Bingung
Kadang setelah ngobrol lama sama AI: "Tadi kita udah ngapain ya?" π Pakai:
Aku wis duwe sawetara informasi babagan usahaku,
tapi aku ora ngerti langkah sabanjure.
Tulung delok informasi sing wis tak kasih.
Jelaskna saiki kita wis sampai endi
lan langkah sabanjure opo.
Aja langsung ngerjake.
Tulung jelaskna dhisik.
AI akan bantu lo recap.
PART 17 β Kalau AI Ngomong Istilah IT
Misalnya tiba-tiba muncul: responsive, domain, hosting, SEO, CMS, API, database β dan lo: "Apaan dah?" π
Tanya:
Aku ora ngerti istilah iki.
Tulung jelaskna nganggo bahasa sing gampang
lan kasih contoh sing nyambung karo websiteku.
Masih nggak ngerti?
Aku isih ora ngerti.
Tulung jelaskna kayak aku umur 10 taun.
Nggak ada yang memalukan dari ini. Malah menurut gue lebih bagus daripada lo pura-pura ngerti.
PART 18 β Jangan Kejar Prompt yang Canggih
Ini juga gue mau tekankan. Lo mungkin lihat orang di internet bikin prompt panjang banget. Terus lo mikir: "Wah, gue harus belajar prompt engineering dulu." Nggak.
Kalau lo bisa bilang "Aku pengen website sederhana, gampang diwaca, nggak terlalu rame, dan orang langsung ngerti aku jualan apa," AI sudah punya cukup informasi untuk mulai membantu. Misalnya:
Aku pengen website sing sederhana,
ora kakehan warna,
gampang diwaca,
lan pelanggan langsung ngerti
aku jualan opo.
Udah. Prompt nggak harus terdengar pintar. Yang penting: lo ngerti apa yang lo minta.
PART 19 β Alur yang Perlu Lo Ingat
Kalau semua isi panduan ini nanti lupa, simpan ini.
- Ceritain bisnis lo
- Ceritain pelanggan lo
- Jelasin tujuan website
- Tanya AI bagian apa yang perlu ada
- Bikin satu bagian
- Isi informasinya
- Lihat hasilnya
- Bilang apa yang lo suka / nggak suka
- Revisi
- Lanjut bagian berikutnya
- Gabungkan semuanya
- Cek dari HP
- Cek informasi
- Publish
Udah.
BONUS β Prompt Kalau Lo Benar-Benar Mulai dari Nol
Kalau lo cuma mau satu prompt untuk mulai:
Aku pengen nggawe website,
tapi aku ora ngerti IT lan ora ngerti kudu mulai saka endi.
Aku bakal ceritakna usahaku pelan-pelan.
Tulung tuntun aku nggawe website iki siji-siji.
Aja langsung nggawe semuanya.
Takon aku siji-siji,
lan saben aku jawab, bantu aku menentukan langkah sabanjure.
Gunakna bahasa sing gampang
lan aja nganggo istilah teknis tanpa dijelaskna.
Copy itu. Paste. Terus ngobrol.
BONUS 2 β Prompt Kalau Lo Mau AI Selalu Pakai Bahasa Jawa
Nah, karena inti lead magnet ini memang soal "Lo nggak harus bisa Bahasa Inggris," lo juga bisa kasih tahu AI dari awal:
Saka saiki aku pengen ngobrol nganggo Bahasa Jawa.
Tulung jawab aku nganggo Bahasa Jawa
sing santai lan gampang dimengerti.
Aja nganggo bahasa sing terlalu resmi.
Yen ana istilah teknis,
jelaskna nganggo bahasa sing gampang.
Nah. Sekarang coba ngobrol. Full Jawa. π
Dan kalau lo lebih nyaman Bahasa Indonesia? Ya tinggal ganti: "Aku pengen ngobrol nganggo Bahasa Indonesia." Selesai.
BONUS 3 β Kalau Mau Ganti ke Bahasa Lain
Konsepnya sama. Misalnya lo lebih nyaman Bahasa Sunda, Madura, Bali, atau bahasa lain yang AI bisa pahami. Lo tinggal bilang:
Saka saiki aku pengen ngobrol nganggo [BAHASA].
Tulung jawab aku nganggo bahasa iki
lan gunakna bahasa sing gampang dimengerti.
Yang penting: jangan merasa harus pindah ke Bahasa Inggris cuma karena lo lagi pakai AI.
Checklist Website Lo
Sebelum publish, cek satu-satu.
Bisnis
- Nama bisnis benar
- Bisnis gue jelas jualan apa
- Pelanggan gue jelas
- Layanan gue benar
- Cerita bisnis gue benar
Isi website
- Bagian pembuka jelas
- Layanan jelas
- Foto asli sudah masuk
- Testimoni benar kalau memang ada
- FAQ benar
- Kontak jelas
Customer
- Customer tahu harus ngapain
- Tombol WhatsApp gampang ditemukan
- Bahasa gampang dimengerti
- Tidak terlalu banyak tulisan
Cek terakhir
- Website bisa dibuka di HP
- Website bisa dibuka di laptop
- Tombol bisa diklik
- WhatsApp menuju nomor yang benar
- Foto muncul
- Link sosial media benar
- Tidak ada informasi yang dibuat-buat AI
Jadi, Apa yang Sebenarnya Gue Pengen Lo Pelajari?
Bukan cuma: "Cara bikin website pakai AI."
Gue pengen lo pulang dari sini dengan satu pemahaman:
Lo nggak perlu bisa coding. Lo juga nggak perlu bisa Bahasa Inggris. Lo cuma perlu bisa menjelaskan apa yang lo mau.
Dan kalau lo belum bisa menjelaskannya? Tanya AI.
Kalau AI nanya sesuatu yang lo nggak tahu? "Aku ora ngerti."
Kalau lo nggak ngerti pertanyaannya? "Tulung jelaskna."
Kalau lo bingung harus mulai dari mana? "Tulung tuntun aku siji-siji."
Udah. Menurut gue, justru di situlah kekuatan AI buat orang yang bukan orang IT. Bukan karena AI bikin lo tiba-tiba jadi programmer. Tapi karena sekarang jarak antara "gue punya ide" dan "gue punya sesuatu yang jadi" jadi jauh lebih pendek.
Dan lo nggak harus ngomong dengan bahasa yang ribet untuk mulai. Bahasa lo sendiri aja.
Kalau lo nyaman Bahasa Jawa: ngomong Jawa. Kalau lo nyaman Bahasa Indonesia: ngomong Indonesia. Kalau lo lebih nyaman bahasa lain: coba aja. Yang penting AI ngerti maksud lo.
Penutup
Kalau lo sampai baca sini... gue apresiasi banget.
Gue tahu buat orang yang nggak biasa ngurus website, dari awal aja kadang udah bikin minder. Baru lihat coding, domain, hosting, database β langsung: "Waduh, kayaknya bukan dunia gue." π
Padahal lo nggak perlu belajar semuanya dulu. Lo bisa mulai dari ceritain bisnis lo. Terus AI nanya. Lo jawab. AI bikin. Lo lihat. Lo komentar. AI revisi. Pelan-pelan sampai jadi.
Dan menurut gue, itu jauh lebih masuk akal daripada lo harus belajar coding dulu selama berbulan-bulan sebelum berani bikin sesuatu.
Gue juga nggak mau bilang "AI sekarang bisa bikin semuanya." Nggak. AI tetap bisa salah. Tetap perlu dicek. Tetap perlu diarahkan. Dan untuk website yang benar-benar penting buat bisnis, tetap ada kondisi di mana lo lebih baik minta bantuan orang yang memang ngerti.
Tapi buat mulai? Lo sekarang punya jalan masuk yang jauh lebih gampang.
Kalau sebelumnya lo mikir "Gue nggak ngerti IT." Sekarang setidaknya lo bisa bilang: "Oke... gue bisa coba dulu." Dan menurut gue itu sudah cukup.
Kalau lo suka pembahasan kayak gini...
Follow @denganloren di Instagram. Gue bakal terus bahas AI, website, software, dan digitalisasi bisnis dengan bahasa yang gampang dicerna.
Nggak harus sok teknis. Yang penting lo ngerti dan bisa pakai.
Makasih udah baca sampai sini. β€οΈ Selamat nyobain.
Author

Lorencius Alvin Purnama
Co-Founder & Managing Director
Before Exclolab, Loren spent a decade embedded in service businesses across Southeast Asia β not as an outside consultant, but as the person who sits with the team, watches how work actually flows, and figures out where the system is breaking down. He developed the Discovery methodology at Exclolab from that experience: the idea that you cannot design a good system until you understand the one it's replacing. At Exclolab, he owns the Discovery phase and the client relationship from first conversation through final deployment.