Skip to content
3 Aplikasi F&B Paling Gacor Menurut Gue Sebagai Pengembang Sistem
PanduanToolsF&BPOS SystemsBusinessTools

3 Aplikasi F&B Paling Gacor Menurut Gue Sebagai Pengembang Sistem

Tapi mayoritas pebisnis F&B salah pilih, dan akhirnya malah bikin bisnisnya sendiri makin ribet.

Lo Abis Nonton Reel Gue? Nih Analisa Lengkapnya

Kalau lo baru selesai nonton reel gue soal Moka, ESB, dan Runchise, welcome. πŸ‘‹

Di reel, waktu gue cuma 30-60 detik. Nggak cukup buat gue jelasin semua pertimbangannya satu-satu.

Makanya di sini gue bedah lebih dalam. Bukan cuma "aplikasi mana yang paling gacor," tapi kenapa gue milih salah satu tergantung jenis bisnisnya β€” dan kenapa jawabannya beda-beda buat setiap orang.

Karena bagus bukan berarti cocok buat semua bisnis. Itu inti dari semua yang mau gue omongin di sini.

Kalau lo lagi mikirin mau pakai sistem kasir yang mana buat bisnis F&B lo, baca sampai habis. Di bagian bawah juga ada beberapa pertanyaan yang bisa lo jawab sendiri buat bantu nentuin.


3 Aplikasi F&B Paling Gacor Menurut Gue Sebagai Pengembang Sistem

Tapi mayoritas pebisnis F&B salah pilih, dan akhirnya malah bikin bisnisnya sendiri makin ribet

Gue udah lumayan sering lihat bisnis F&B pakai sistem yang beda-beda.

Dan dari yang gue lihat, ada 3 aplikasi yang menurut gue memang gacor:

Moka. ESB. Runchise.

Tiga-tiganya bagus. Tapi masalahnya... bagus bukan berarti cocok buat semua bisnis.

Ini yang menurut gue sering banget nggak kepikiran samsek.

Misalnya lo punya warkop kecil, terus lo pilih sistem yang sebenarnya punya banyak hal yang belum lo butuhin. Bisa jalan? Bisa. Tapi apakah itu berarti pilihan paling enak? Belum tentu.

Karena makin banyak yang harus diatur, makin banyak juga yang harus dipelajari. Dan ujung-ujungnya bisa kejadian:

"Bang, ini sistemnya gimana sih?"

"Tunggu bentar, gue tanya admin dulu."

πŸ˜‚

Padahal niat awal lo beli sistem kan supaya kerjaan lebih gampang, bukan supaya semua orang punya kerjaan baru: belajar sistem.

Tapi kebalikannya juga ada. Kalau bisnis lo udah mulai gede tapi sistem yang lo pakai terlalu sederhana, nanti lo juga bisa mentok.

Awalnya: "Wah enak nih, simpel." Beberapa bulan kemudian: "Lah kok sekarang harus export ini, copy ke Excel, terus input lagi ke sini?"

Nah. Sama-sama bisa bikin ribet.

Makanya gue nggak mau cuma bilang "Moka paling bagus," atau "ESB paling lengkap," atau "Runchise paling canggih." Karena pertanyaan yang lebih penting menurut gue:

"Kalau bisnis gue kayak begini, gue paling masuk akal pakai yang mana?"

Jadi di sini gue bakal bedah tiga aplikasi ini dari sudut pandang gue sebagai pengembang sistem. Bukan bahasa brosur. Bukan adu jumlah fitur.

Gue lebih pengen ngobrol kayak: "Kalau gue punya warkop, gue pilih mana?" "Kalau gue punya coffee shop, gue pilih mana?" "Kalau gue punya resto, gue pilih mana?" "Kalau gue punya banyak outlet, gue mulai lihat yang mana?"

Nah, kita bedah satu-satu.


1. MOKA

Kalau lo punya warkop, burjo, coffee shop kecil, kedai, atau cafe satu outlet, dan kebutuhan lo masih relatif sederhana... gue bakal lihat Moka dulu.

Misalnya masalah lo sekarang: "Gue pengen kasir gue rapi." "Gue pengen tahu hari ini jual berapa." "Gue pengen tahu duitnya ke mana." "Gue pengen tahu stok gue tinggal berapa."

Nah. Menurut gue Moka udah masuk banget.

Moka sekarang punya kasir, laporan, stok, promo, QR order, manajemen meja, bahan baku, sampai pengelolaan beberapa outlet. Mereka juga punya pengelolaan pesanan online yang menyatukan order dan laporan online/offline.

Kasir menggunakan sistem POS tablet di coffee shop kecil
Buat warkop, burjo, atau coffee shop satu outlet, sistem kasir yang gampang dipakai team biasanya lebih penting daripada yang paling lengkap fiturnya.

Tapi yang gue suka justru bukan karena "Wah fiturnya banyak." Bukan. Yang gue lihat adalah:

"Apakah owner biasa bisa ngerti dan mulai pakai ini tanpa bikin kepalanya meledak?"

Karena kadang owner baru punya satu outlet, tapi sistemnya udah mau dipersiapkan buat 80 cabang. Bang... cabang kedua aja belum buka. πŸ˜‚

Kalau kebutuhan lo masih simpel, gue malah lebih suka mulai dari sesuatu yang gampang dipakai. Misalnya lo punya coffee shop kecil. Customer datang. Order. Bayar. Order masuk. Lo bisa lihat penjualan. Lo bisa lihat stok. Owner bisa lihat laporan. Udah.

Kalau itu udah menyelesaikan masalah lo, ya jangan merasa harus cari sistem yang lebih ribet cuma karena ada sistem lain yang fiturnya lebih banyak. Menurut gue itu malah salah satu jebakan paling gampang.

Tapi Moka juga bukan berarti cuma buat bisnis kecil

Nah, ini juga perlu gue lurusin. Jangan sampai lo baca bagian tadi terus mikir: "Oh berarti Moka cuma buat warkop kecil." Nggak juga.

Moka sendiri punya fitur untuk multi-outlet, stok, bahan baku, online order, laporan, dan mereka memang menunjukkan penggunaan oleh bisnis dengan banyak outlet.

Jadi menurut gue Moka masih bisa masuk ketika bisnis lo mulai berkembang. Cuma pertanyaannya berubah.

Kalau awalnya: "Gue butuh kasir." Lama-lama bisa jadi: "Gue butuh tahu semua outlet gue jual berapa." Terus: "Gue butuh tahu stok." Terus: "Gue butuh tahu bahan baku." Terus: "Gue butuh order online nggak berantakan."

Nah. Kalau kebutuhan lo sudah ke sini, lo tinggal lihat apakah fitur yang lo butuhkan memang sudah cukup di Moka. Dan jangan lupa: cukup itu bagus. Nggak semua bisnis butuh yang paling lengkap.

Kalau gue jadi owner warkop?

Moka masuk shortlist pertama gue. Kalau bisnisnya satu outlet dan cara kerjanya masih sederhana, gue nggak akan bikin hidup gue lebih susah dari yang perlu.

Kalau gue jadi owner coffee shop kecil?

Moka juga gue lihat dulu. Apalagi kalau fokusnya masih transaksi, laporan, stok, order, customer.

Gue pengen team gue bisa pakai. Bukan gue doang yang ngerti. Karena sistem yang cuma owner yang ngerti itu... ya bukan sistem yang bagus buat gue. πŸ˜‚


2. ESB

Nah. Sekarang kita masuk ke ESB.

Kalau gue lihat ESB, yang menarik buat gue adalah mereka memang kelihatan serius bikin banyak bagian bisnis F&B saling nyambung.

Dapur restoran ramai dengan order masuk dari berbagai channel
Begitu kasir, dapur, stok, dan order online harus jalan bareng, kebutuhan sistemnya udah beda dari sekadar "kasir jalan."

Bukan cuma kasir. Ada kasir, pengelolaan stok dan pembelian, order online, bagian dapur, loyalty, reservasi, sampai sistem untuk mengatur bagian belakang bisnis.

Dan menurut gue ini mulai menarik ketika bisnis lo sudah mulai punya banyak hal yang harus diurus barengan.

Misalnya lo punya cafe. Awalnya: customer datang β†’ order β†’ bayar. Gampang.

Tapi makin rame: customer duduk, order masuk, kasir catat, dapur bikin, minuman dibuat, order online masuk, stok bahan berkurang, ada promo, ada meja yang pindah, ada customer split bill, ada owner yang mau lihat laporan.

Nah. Tiba-tiba kerjaannya banyak. πŸ˜‚

Dan ini yang gue maksud ketika gue bilang sistem mulai penting. Bukan karena lo butuh aplikasi yang keren. Tapi karena kalau semua bagian tadi masih dikerjain sendiri-sendiri... capek. Dan makin lama makin gampang salah.

ESB menarik buat gue karena mereka memang mencoba menghubungkan bagian-bagian tadi dalam satu sistem. Mereka juga mendukung integrasi dengan GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood, serta punya fitur seperti manajemen meja, split bill, stok, laporan, dan sistem dapur.

Tapi...

Ini bagian yang menurut gue jangan sampai kelewat. Jangan karena sistemnya lengkap terus lo merasa harus pakai semuanya.

Misalnya lo punya warung kecil. Kerjaan lo: customer datang β†’ order β†’ bayar β†’ selesai. Tapi lo beli sistem yang bisa ngatur A, B, C, D, E, F, G, H... Padahal yang lo pakai cuma kasir. πŸ˜‚

Ya buat apa? Gue bukan bilang fitur banyak itu jelek. Justru bagus kalau lo memang butuh. Tapi kalau belum butuh... ya nggak usah dipaksain.

Karena sistem yang bagus di atas kertas bisa tetap jadi sistem yang ngeselin kalau team lo nggak ngerti cara pakainya. Dan ini menurut gue penting banget:

Yang pakai sistem bukan cuma owner.

Ada kasir. Ada admin. Ada kitchen. Ada manager. Kadang ada orang yang baru masuk kerja minggu depan.

Kalau setiap orang harus belajar 27 hal cuma buat melakukan kerjaan basic... gue mulai bertanya-tanya.

Kalau gue jadi owner cafe yang mulai ramai?

Nah. Di sini gue mulai serius bandingin: Moka vs ESB.

Gue bakal lihat: Cara kerja gue sekarang kayak apa? Bagian mana yang mulai bikin pusing? Apakah gue mulai butuh dapur yang lebih nyambung? Apakah order online udah banyak? Apakah stok bahan mulai susah dipantau? Apakah gue mulai punya beberapa outlet?

Kalau iya... ESB mulai menarik buat gue. Bukan otomatis menang. Tapi mulai layak gue lihat lebih serius.


3. RUNCHISE

Nah, sekarang Runchise.

Kalau gue lihat Runchise, gue mulai melihatnya ketika bisnis F&B lo sudah punya banyak bagian yang harus nyambung satu sama lain.

Bahan baku dan resep menu di dapur restoran dengan banyak outlet
Begitu urusan resep, stok bahan, dan banyak outlet harus nyambung, "kasir gue jalan" udah bukan pertanyaan yang cukup lagi.

Misalnya lo punya resto. Sekarang bukan cuma: customer bayar. Tapi lo mulai mikirin: bahan baku datang berapa? bahan dipakai berapa? satu menu pakai bahan apa aja? stok outlet A berapa? outlet B berapa? order online masuk mana? dapur udah bikin belum? laporan penjualan gimana? pembelian bahan gimana?

Nah. Ini udah beda cerita.

Runchise memang menawarkan POS, stok, pengurangan bahan berdasarkan resep, order online, tampilan untuk dapur, dan pengelolaan banyak outlet dalam satu sistem.

Dan justru bagian resep + stok ini menurut gue menarik. Karena misalnya lo jual Es Kopi Susu. Satu gelas mungkin pakai:

  • kopi
  • susu
  • gula
  • es
  • cup

Kalau satu gelas kejual... stok bahan itu harus ikut berkurang.

Kalau cuma mencatat "Es Kopi Susu terjual 100," tapi lo nggak tahu bahan yang kepakai berapa... ya lama-lama lo cuma tahu: "Wah, kopinya habis." πŸ˜‚ Tapi nggak tahu kenapa.

Nah, kalau sistemnya bisa menghubungkan menu dengan bahan yang dipakai, lo mulai bisa punya gambaran yang lebih jelas soal stok dan biaya bahan. Ini menurut gue mulai berbobot.

Karena kita sudah bukan cuma ngomongin "Kasir gue jalan." Tapi: "Gue mulai ngerti apa yang sebenarnya terjadi di balik penjualan gue."

Tapi sekali lagi...

Runchise bukan berarti paling bagus.

Kalau lo cuma punya satu coffee shop kecil dan kebutuhan lo: "Gue butuh kasir." Gue nggak akan otomatis bilang: "Pakai Runchise."

Kenapa? Karena bisa aja lo belum butuh sebanyak itu. Kalau sistemnya punya banyak hal tapi 80% nggak kepakai... ya akhirnya jadi pajangan digital. πŸ˜‚

Beli software. Training. Setup. Input data. Terus yang dipakai: kasir. Wkwk.


Sekarang gue coba bikin gampang banget

Kalau gue yang harus milih berdasarkan jenis bisnisnya...

🍜 Warkop

Kalau cuma satu outlet dan cara kerjanya sederhana: Gue mulai lihat Moka. Gue nggak akan cari sistem yang terlalu berat dulu. Yang penting: kasir jalan, laporan jelas, stok nggak ngawur, team bisa pakai. Udah.

🍚 Burjo

Mirip. Kalau masih satu outlet dan kebutuhan lo basic: Moka masih gue lihat dulu. Apalagi kalau masalah utama lo cuma transaksi, laporan, stok, staff, order. Gue nggak mau bikin sistem lebih ribet daripada bisnisnya.

β˜• Coffee Shop

Nah. Kalau coffee shop kecil: Moka. Kalau mulai ramai dan kebutuhan makin banyak: Moka vs ESB.

Gue mulai lihat: order online, meja, stok bahan, dapur, promo, customer, dan apakah owner mulai kesulitan mantau semuanya.

🍽️ Cafe

Kalau cafe mulai lebih ramai: Moka vs ESB juga menurut gue menarik.

Tapi kalau cara kerja cafe lo udah makin banyak β€” misalnya meja banyak, order banyak, kitchen mulai ramai, online order banyak β€” ESB mulai makin menarik buat gue.

πŸ— Resto

Kalau resto lo sudah punya banyak bahan, banyak menu, dapur, banyak order, purchasing, stok, banyak staff β€” nah, gue mulai lihat: ESB vs Runchise.

Karena sekarang gue bukan cuma butuh kasir. Gue butuh sistem yang bisa bantu gue ngerti apa yang terjadi dari depan sampai belakang.

🏒 Banyak outlet

Nah kalau udah banyak outlet... Gue mulai berubah pertanyaannya. Bukan lagi: "Kasirnya enak nggak?" Tapi: "Gue bisa lihat semua outlet gue dari mana?"

Misalnya: Outlet A rame. Outlet B turun. Outlet C stoknya bermasalah. Outlet D banyak transaksi tapi kok hasil akhirnya aneh.

Nah. Gue mau bisa lihat. Dan kalau sudah di level ini, ESB dan Runchise mulai jadi dua nama yang bakal gue lihat serius.

Moka juga tetap gue pertimbangkan karena mereka punya multi-outlet dan kontrol stok/laporan antar outlet. Jadi bukan berarti begitu outlet lo banyak, Moka langsung gugur.

Gue tetap balik lagi ke kebutuhan lo. Ini penting.


Nih gue kasih lo cara gue mikir sebagai developer

Kalau ada owner datang ke gue terus bilang: "Loren, gue mau beli aplikasi kasir. Mending yang mana?"

Gue kemungkinan besar nggak langsung jawab. Gue malah nanya balik. πŸ˜‚

"Bisnis lo apa?" "Berapa outlet?" "Berapa orang yang pakai?" "Order sehari berapa?" "Sekarang paling ribet bagian mana?" "Stok lo gimana?" "Dapur lo gimana?" "Order online masuk dari mana aja?" "Lo mau buka cabang nggak?"

Kenapa? Karena gue nggak mau jualin lo fitur. Gue mau tahu masalah lo dulu. Ini juga cara yang sama yang kita pakai di Exclolab tiap kali mulai Discovery sebelum bikin sistem custom buat klien.

Misalnya lo bilang: "Gue punya satu warkop." Oke. Terus: "Yang bikin gue pusing cuma kasir sama laporan." Ya... ngapain gue kasih lo sistem yang bisa ngatur 40 hal lain?

Sebaliknya kalau lo bilang: "Gue punya 15 outlet." "Gue punya gudang." "Bahan dikirim ke outlet." "Ada resep." "Ada kitchen." "Ada order online." "Gue nggak bisa tahu kondisi semua outlet."

Nah. Kalau gue jawab: "Pakai aplikasi kasir basic aja." Nah itu malah gue yang ngaco. πŸ˜‚


Jadi siapa yang paling gacor?

Kalau lo minta gue jawab jujur:

Moka β€” menurut gue menarik kalau lo pengen mulai rapi tanpa harus langsung masuk ke sistem yang terlalu berat.

ESB β€” menurut gue makin menarik ketika bisnis lo mulai punya banyak bagian yang harus saling nyambung.

Runchise β€” menurut gue makin menarik ketika urusan menu, bahan, dapur, stok, order online, dan banyak outlet mulai jadi satu masalah besar yang harus diberesin bareng.

Tapi sekali lagi... itu bukan berarti Moka = kecil, ESB = sedang, Runchise = besar. Nggak sesimpel itu.

Moka sendiri punya fitur untuk bisnis dengan banyak outlet dan kebutuhan stok yang cukup dalam. Runchise juga punya fitur yang bisa dipakai untuk kebutuhan restoran dari transaksi sampai laporan. ESB juga punya beberapa paket dan modul yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Jadi jangan pakai ukuran: "Siapa paling besar?" Pakai ukuran: "Siapa yang paling masuk akal buat cara kerja gue?"


Dan ini yang menurut gue paling penting

Jangan beli software cuma karena "Temen gue pakai." Jangan cuma karena "Katanya paling lengkap." Jangan cuma karena "Katanya paling murah." Dan jangan juga: "Yang paling mahal berarti paling bagus." πŸ˜‚

Karena software itu bukan kayak beli HP. Beli HP mahal, ya paling nggak kameranya bisa dipakai selfie.

Kalau software salah pilih... team lo yang harus hidup bareng itu setiap hari.

Dan kalau team lo akhirnya bilang: "Bang, ribet." "Bang, kita masih pakai Excel aja ya." "Bang, ini bisa lewat WhatsApp nggak?" πŸ˜‚

Nah... itu tanda kita punya masalah.

Karena tujuan sistem itu harusnya: bikin kerjaan lebih gampang, bukan bikin kerjaan baru.


Sekarang gue mau lo coba sendiri

Kalau lo lagi beneran mau pilih salah satu, jangan cuma baca analisa gue. Coba jawab ini.

1. Bisnis lo apa? Contoh: Coffee shop.

2. Outlet lo berapa? Contoh: 1 outlet.

3. Yang paling bikin lo ribet sekarang apa? Contoh: Gue nggak tahu stok bahan gue sebenarnya berapa.

4. Siapa aja yang bakal pakai? Contoh: Kasir, kitchen, manager, owner.

5. Order lo datang dari mana aja?

  • Datang langsung
  • WhatsApp
  • GoFood
  • GrabFood
  • ShopeeFood
  • Website / order sendiri

6. Bisnis lo rencananya mau ke mana?

  • Tetap satu outlet
  • Buka 2–5 outlet
  • Mau sebanyak mungkin
  • Belum tahu πŸ˜‚

7. Sekarang yang paling lo butuhin apa? (Pilih maksimal 3)

  • Kasir
  • Laporan penjualan
  • Stok
  • Bahan baku
  • Dapur
  • Order online
  • Customer
  • Banyak outlet
  • Pembelian bahan

Nah, sekarang lihat jawaban lo

Kalau sebagian besar kebutuhan lo masih: kasir, laporan, stok dasar, satu outlet, team kecil β€” gue bakal mulai lihat Moka.

Kalau kebutuhan lo mulai banyak dan mulai nyambung ke: meja, dapur, order online, stok, laporan, banyak bagian yang harus jalan bareng β€” gue mulai serius lihat ESB.

Kalau kebutuhan lo sudah makin dalam ke: bahan baku, resep, stok berdasarkan bahan, dapur, order online, banyak outlet, dan lo pengen semuanya nyambung β€” gue mulai lihat Runchise juga.

Tapi sekali lagi... jangan berhenti di sini. Coba demo. Coba pakai. Suruh orang yang benar-benar akan pakai sistemnya ikut coba.

Karena kalau owner bilang: "Gampang kok." tapi kasir lo bilang: "Hah?" πŸ˜‚ Berarti belum selesai.

Yang harus merasa gampang bukan cuma lo. Team lo juga.


Kalau gue harus kasih satu kalimat untuk masing-masing:

Moka β€” "Gue pengen bisnis gue mulai rapi tanpa bikin semuanya jadi ribet."

ESB β€” "Gue udah mulai punya banyak bagian yang harus jalan bareng."

Runchise β€” "Gue udah mulai pusing ngurus bahan, dapur, order, stok, dan banyak outlet sekaligus."

Bukan berarti cuma itu yang bisa mereka lakukan. Ini cuma cara gue menyederhanakan kapan gue mulai melihat masing-masing aplikasi.

Dan menurut gue... ini jauh lebih berguna daripada sekadar bilang siapa punya fitur paling banyak.


Kesimpulan gue

Kalau ada satu hal yang gue pengen lo bawa pulang dari sini:

Jangan cari aplikasi F&B yang paling bagus. Cari yang paling cocok sama cara kerja bisnis lo.

Karena sistem yang terlalu sederhana bisa bikin lo mentok. Sistem yang terlalu ribet bisa bikin team lo males. Dan sistem yang salah... bisa bikin lo bayar bulanan untuk sesuatu yang akhirnya malah nggak dipakai. πŸ˜‚

Gacor itu bagus. Tapi: Gacor + cocok sama bisnis lo = baru enak.

Kalau ternyata setelah dibedah, kebutuhan bisnis F&B lo udah lebih spesifik daripada yang bisa ditangani sama Moka, ESB, atau Runchise sekalipun β€” misalnya butuh integrasi khusus, workflow yang beda dari standar, atau operasional yang udah terlalu unik buat off-the-shelf β€” itu baru masuk pembahasan sistem custom. Salah satu klien F&B kita, HealthyGo, ada di titik itu sebelum akhirnya kita bantu bangun sistem operasionalnya dari nol.

Makasih udah baca sampai sini ❀️

Kalau lo sampai selesai, gue apresiasi banget. Gue tahu ini bukan materi paling sexy di dunia. πŸ˜‚

Tapi kalau lo lagi mau beli sistem buat bisnis F&B, menurut gue lebih baik luangin waktu sebentar buat mikirin ini daripada nanti sudah bayar, sudah training team, sudah input data... terus tiga bulan kemudian: "Bang, kok kita balik Excel lagi?" πŸ˜‚

Nah, jangan sampai. Semoga setelah baca ini lo minimal punya gambaran: "Oh, kalau bisnis gue kayak begini, gue mulai lihat yang mana."

Kalau lo suka pembahasan kayak gini, follow @denganloren di Instagram. Gue bakal terus bahas AI, website, software, dan digitalisasi bisnis dengan bahasa yang gampang dicerna.

Sampai ketemu di konten berikutnya.

Author

Lorencius Alvin Purnama

Lorencius Alvin Purnama

Co-Founder & Managing Director

Before Exclolab, Loren spent a decade embedded in service businesses across Southeast Asia β€” not as an outside consultant, but as the person who sits with the team, watches how work actually flows, and figures out where the system is breaking down. He developed the Discovery methodology at Exclolab from that experience: the idea that you cannot design a good system until you understand the one it's replacing. At Exclolab, he owns the Discovery phase and the client relationship from first conversation through final deployment.

Related articles

Lo Nggak Perlu Bisa Coding Buat Mulai Bikin Sistem
PanduanAI ToolsBusiness

Lo Nggak Perlu Bisa Coding Buat Mulai Bikin Sistem

AI sekarang bisa bantu bikin sistem, tapi AI nggak tahu bisnis lo. Ini cara ngejelasin masalah, proses, dan orang yang terlibat di bisnis lo supaya AI atau developer beneran ngerti sistem seperti apa yang lo butuhin β€” tanpa perlu bisa coding.

Lorencius Alvin Purnama
Lorencius Alvin Purnama
Read more β†’
3 Aplikasi F&B Paling Gacor Menurut Gue Sebagai Pengembang Sistem β€” Exclolab